sahabat adalah sebuah kata yang membingungkan saya, walaupun semua orang mengetahui arti dari kata itu. Tapi bagi saya hanya mengetahui arti dari sebuah kata bukan berarti mengerti sepenuhnya tentang kata tersebut. yang akan saya ceritakan berikut adalah pengalaman saya dalam memikirkan arti sebuah sahabat.
Sejak dulu hingga sekarang saya masih belum merasa mempunyai ’sahabat’, karena bagi saya teman adalah seseorang yang dapat berbagi suka maupun duka dengan kita tanpa memanfaatkan diri kita sendiri demi kepentingannya pribadi. Tapi saya masih belum menemukan orang tersebut, karena walaupun mungkin banyak orang yang menganggap saya sebagai sahabatnya tetap saja saya masih merasa belum menganggap mereka sebagai sahabat dan hanya menjadikan mereka sebagai teman saya. Mungkin karena keegoisan dalam diri saya yang membuat saya menjadi sulit menentukan teman mana yang dapat saya jadikan sahabat, karena pada saat-saat tertentu saya membutuhkan seseorang untuk berbagi kisah suka maupun duka.
Saya kurang bisa bersosialisasi dengan baik , karena pada saat saya berada pada suatu komunitas yang baru saya akan selalu merasa minder dan menjadi tertutup.Dan karena sikap saya ini terkadang walaupun telah lama berada dalam komunitas, saya akan merasa terkucilkan dan tidak diinginkan, serta tidak dibutuhkan, Sehingga saya sulit untuk mencari teman yang mengerti saya dan menjadikannya sahabat. Tetapi sikap saya yang akan mendengar keluhan teman dan berusaha membantunya walaupun hanya beberapa, dapat menjadikan saya sahabat mereka tetapi dalam hati saya tetap saja ada suatu prasaan negatif yang ingin selalu menjauhinya karena suatu perasaan yang tidak nyaman berada di dekatnya. Dan saya TIDAK PERNAH ingin menghancurkan hati seseorang baik secara sengaja maupun tidak sengaja, karena itu saya selalu dapat mempertahankan suatu hubungan tanpa menunjukkan rasa ketidak senangan saya terhadap orang tersebut. Namun sering kali saya berpikir apakah tindakan saya untuk memendam perasaan dalam diri sendiri ini benar? karena saya sebagai manusiapun tidak luput dari kekurangan dimana saya ingin berbagi perasaan ini kepada seseorang, karena selama ini saya hanya mendengarkan keluhan dan cerita dari orang lain yang mungkin kurang saya sukai dan saya merasa hal ini terjadi pembebanan diri secara sepihak yang membuat saya merasa makin merasa down.
Tetapi sebagai manusia, saya pun ingin berbaur dengan orang lainnya sehingga tidak ada niat untuk membenci seseorang ataupun menjadikannya musuh walau seburuk apapun orang tersebut. Mungkin sikap nilah yang membuat saya menjadi lebih ingin menambah teman dan mengurangi musuh, karena menurut saya menambah musuh tidak akan mendatangkan apapun yang baik, bahkan akan menambah masalah yang akan kita hadapi. Sebaliknya, jika kita menambah teman maka akan membantu kita dalam menyelasaikan suatu masalah karena saya percaya dalam dirinya, seseorang mempunyai suatu potensi unik yang dapat menjadi jalan keluar kita dalam menyelasaikan masalah, karena kita manusia sebagai kodratnya ialah memiliki kelebihan masing-masing dan menggunakan kelebihan itu bukan hanya untuk diri kita sendiri namun juga untuk membaginya bersama orang lain sehingga kehidupan dan hubungan kita dengan sesama akan menjadi lebih baik di masa yang akan dataang.
Sekian dari saya dan saya ingin mengingatkan untuk membangun hubungan pertemanan yang baik dengan lingkungan kita dan janganlah kita membangun permusuhan karena bisa saja permusuhan tersebut akan mendatangkan petaka bagi diri kita sendiri.
GBU
Posted in Uncategorized